Rabu, 27 Maret 2013

Contoh Artikel


Moacir Barbosa dan Kenangan Kelam Piala Dunia 1950



"30 tahun adalah hukuman penjara paling lama di Brasil. Tapi saya seperti dipenjara selama 50tahun"

            Kata-kata itu keluar dari seorang pria tua di hari ulang tahunnya yang ke-79 pada 27 Maret 2000. Dengan nada sedih, ia menyesali kesialan yang harus ditanggungnya selama 50 tahun. Ia menghabiskan sebagian besar hidupnya dengan menerima sanksi 'moral' dari rakyat Brasil. Setengah abad ia habiskan hidup dalam 'pengasingan'. Pria itu bernama Moacir Barbosa. 

            Akhir dekade 1940-an merupakan masa keemasan Vasco Da Gama. Mereka sukses memenangkan tiga gelar Liga Brasil dan satu gelar Campeonato Sul-Americano de Campeões (sekarang Copa Libertadores). Moacir Barbosa adalah salah satu anggota generasi emas Vasco tersebut. Tubuhnya tidak terlalu tinggi (174cm), dan ia tidak pernah menggunakan sarung tangan. Dan atas prestasinya bersama Vasco tersebut, ia menjadi orang Afro-Brasil pertama yang menjadi andalan Timnas Brasil.

            Tahun 1949 adalah masa keemasan Barbosa di tim nasional. Kemenangan 7-0 atas Paraguay di play-off membawa Brasil merengkuh gelar Copa America ketiganya. Ketika itu, sistem kompetisi Copa America adalah sistem liga di mana seluruh tim bertemu dan gelar juara ditentukan di klasemen. Kemenangan itu membuat optimisme rakyat Brasil dalam menyambut Piala Dunia 1950 membumbung tinggi. Selain karena faktor tuan rumah, mereka juga amat yakin dengan kualitas timnasnya. 

            Hingga akhirnya hari itupun tiba. 16 Juli 1950. Hari yang akan selalu diingat sebagai tragedi nasional. Hari ketika banjir air mata terjadi di stadion raksasa, Maracana. Air mata 200 ribu rakyat Brasil yang ingin menonton timnya juara Piala Dunia untuk pertama kali di negeri sendiri. Tapi apa daya, Brasil gagal mempertahankan keunggulan. Setelah winger Albino Friaça membawa Brasil unggul di menit ke-47, bintang Peñarol, Juan Schiaffino menyamakan kedudukan di menit ke-66. Namun, tragedi baru terjadi 13 menit setelah gol Schiaffino.

            Alcides Gigghia, winger mungil kelahiran Montevideo sukses melewati kawalan Bigode di sayap kanan. Sesaat kemudian, ia langsung mengirimkan tembakan langsung jarak jauh ke gawang Brasil yang digawangi Barbosa. Yang terjadi adalah Barbosa terdiam melihat bola meluncur ke gawang, karena ia berpikir Gigghia akan mengirim umpan silang, bukan tembakan langsung.

            Hanya 11 menit sebelum pertandingan usai dan mimpi rakyat Brasil musnah. Mereka harus rela menyaksikan Uruguay berpesta di katedral sepak bola mereka. Dan dari duka mendalam rakyat Brasil tersebut, harus ada satu nama yang dikorbankan untuk menjadi pesakitan. Mereka memilih Barbosa. Penjaga gawang yang tidak bergerak saat gol kemenangan Uruguay meluncur masuk ke gawang Brasil. Penjaga gawang berkulit hitam itu harus menjadi kambing hitam.

            Setelah kejadian itu, karir Barbosa tidak pernah kembali ke puncak sampai akhirnya ia pensiun sebagai pemain di usia 42 tahun. Kemudian, ia bekerja sebagai salah satu staf administrasi Stadion Maracana. Barbosa bekerja di sana selama 20 tahun. Setelah pensiun bekerja di Maracana, ia pindah kembali ke Sao Paulo. 

            Barbosa terus mengalami penolakan. Termasuk di tahun 1993, ketika Timnas Brasil sedang menjalani pelatnas untuk menghadapi Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat, Barbosa berinisiatif untuk berkunjung. Akan tetapi, oleh pelatih kepala Mario Zagallo ia dilarang untuk menemui para pemain. Alasannya, agar tidak membawa nasib sial.

            Pada tahun 1997, istri yang sudah dinikahinya sejak 1947, Clotilde, meninggal dunia karena kanker. Kematian Clotilde membuat Barbosa hidup sebatang kara karena ia tidak memiliki anak maupun sanak saudara. Di penghujung hidupnya ini, Vasco da Gama akhirnya mendengar cerita soal salah satu legendanya ini. Pihak manajemen Vasco akhirnya memutuskan untuk memberi santunan sebesar £700 setiap bulannya. Sampai ajal menjemputnya di tahun 2000, ia bertahan hidup dan menyewa flat dari santunan ini. Dan ketika ia meninggal, ia nyaris tidak memiliki harta sama sekali.

            27 Maret 2013 akan menjadi hari ulang tahun Barbosa yang ke 92 seandainya beliau masih hidup. Sejarah memang tidak akan pernah bisa diubah. Apa yang diterima Barbosa dari rakyat Brasil rasanya bisa menyentil kita semua tentang bagaimana seharusnya kita memperlakukan orang yang berjasa kepada kita.

            Ada dua pelajaran kontras yang bisa kita ambil dari sini, yakni tentang bagaimana rakyat Brasil memperlakukan Barbosa dan bagaimana Vasco da Gama memperlakukan pahlawannya di masa silam.
Kiranya, cerita ini bisa menjadi bahan perenungan bagi seluruh insan olahraga, khususnya sepak bola di Indonesia. Apakah kita sudah memperlakukan pahlawan-pahlawan kita dengan seharusnya?
                                                                            ***
“Lihat dia. Dialah yang membuat seluruh negeri Brasil menangis"
. Kesedihan terbesar Barbosa bukan ketika Gigghia mencetak gol, tetapi ketika ia mendengar kata-kata ini diucapkan oleh seorang wanita kepada anaknya 20 tahun setelah Piala Dunia 1950.

"Saya tidak bersalah, saat itu ada 11 pemain di lapangan"
– Kata-kata ini diucapkan Moacir Barbosa suatu hari kepada temannya sambil menangis.



Nomor
Kata yang salah
Kata yang benar
1.
Merengkuh
Rengkuh
2.
Menonton
Menyaksikan
3.
Digawangi
Dikawal
                                                                      

Source : sumber

Jumat, 11 Januari 2013

Penulisan Karangan Ilmiah

Pengertian Karya Ilmiah

“Karangan ilmiah merupakan suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isisnya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/ keilmiahannya.”—Eko Susilo, M. 1995:11
Tujuan dari pembuatan karangan ilmiah, antara lain :
  • Memberi penjelasan
  • Memberi komentar atau penilaian
  • Memberi saran
  • Menyampaikan sanggahan
  • Membuktikan hipotesa
Karya ilmiah adalah suatu karya dalam bidang ilmu pengetahuan (science) dan teknologi yang berbentuk ilmiah. Suatu karya dapat dikatakan ilmiah apabila proses perwujudannya lewat metode ilmiah. Jonnes (1960) memberikan ketentuan ilmiah, antara lain dengan sifat fakta yang disajikan dan metode penulisannya.
Bila fakta yang disajikan berupa fakta umum yang obyektif dan dapat dibuktikan benar tidaknya serta ditulis secara ilmiah, yaitu menurut prosedur penulisan ilmiah, maka karya tulis tersebut dapat dikategorikan karya ilmiah, sedangkan bilamana fakta yang disajikan berupa dakta pribadi yang subyektif dan tidak dapat dibuktikan benar tidaknya serta tidak ditulis secara ilmiah, karya tulis tersebut termasuk karya tulis non ilmiah.

Bentuk Karya Ilmiah

Dalam karya ilmiah dikenal antara lain berbentuk makalah, report atau laporan ilmiah yang dibukukan, dan buku ilmiah.
1. Karya Ilmiah Berbentuk Makalah
Makalah pada umumnya disusun untuk penulisan didalam publikasi ilmiah, misalnya jurnal ilmu pengetahuan, proceeding untuk seminar bulletin, atau majalah ilmu pengetahuan dan sebagainya. Maka ciri pokok makalah adalah singkat, hanya pokok-pokok saja dan tanpa daftar isi.
2. Karya Ilmiah Berbentuk Report/ Laporan Ilmiah Yang Dibukukan
Karya ilmiah jenis ini biasanya ditulis untuk melaporkan hasil-hasil penelitian, observasi, atau survey yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang. Laporan ilmiah yang menjadi persyaratan akademis di perguruan tinggi biasanya disebut Skripsi, yang biasanya dijadikan persyaratan untuk karya ilmiah jenjang S1, Tesis untuk jenjang S2, dan Disertasi untuk jenjang S3.
3. Buku Ilmiah
Buku ilmiah adalah karya ilmiah yang tersusun dan tercetak dalam bentuk buku oleh sebuah penerbit buku umum untuk dijual secara komersial di pasaran. Buku ilmiah dapat berisi pelajaran khusus sampai ilmu pengetahuan umum yang lain.

Ciri-Ciri Karya Ilmiah

1. Struktur Sajian
Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan kesimpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.
2. Komponen dan Substansi
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.
3. Sikap Penulis
Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.
4. Penggunaan Bahasa
Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata / istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.

Macam-Macam Karya Ilmiah

1. Skripsi; adalah karya tulis (ilmiah) mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain. Pendapat tersebut didukung data dan fakta empiris-obyektif, baik berdasarkan penelitian langsung, observasi lapangan / penelitian di laboratorium, ataupun studi kepustakaan. Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi ke arah sumbangan material berupa penemuan baru.
2. Tesis; adalah jenis karya tulis dari hasil studi sistematis atas masalah. Tesis mengandung metode pengumpulan, analisis dan pengolahan data, dan menyajikan kesimpulan serta mengajukan rekomendasi. Orisinalitas tesis harus nampak, yaitu dengan menunjukkan pemikiran yang bebas dan kritis. Penulisannya baku dan tesis dipertahankan dalam sidang. Tesis juga bersifat argumentative dan dihasilkan dari suatu proses penelitian yang memiliki bobot orisinalitas tertentu.
3. Disertasi; adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan program S3 ilmu pendidikan. Disertasi merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan dalam melakukan penelitian yang berhubungan dengan penemuan baru dalam salah satu disiplin ilmu pendidikan.

Sikap Ilmiah

Dalam penulisan karya ilmiah, terdapat 7 sikap ilmiah yang merupakan sikap yang harus ada. Sikap-sikap ilmiah tersebut adalah sebagai berikut :
1)    Sikap ingin tahu
Sikap ingin tahu ini terlihat pada kebiasaan bertanya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bidang kajiannya.
2)    Sikap kritis
Sikap kritis ini terlihat pada kebiasaan mencari informasi sebanyak mungkin berkaitan dengan bidang kajiannya untuk dibanding-banding kelebihan -kekurangannya, kecocokan-tidaknya, kebenaran-tidaknya, dan sebagainya.
3)    Sikap obyektif
Sikap objektif ini terlihat pada kebiasaan menyatakan apa adanya, tanpa diikuti perasaan pribadi.
4)    Sikap ingin menemukan
Selalu memberikan saran-saran untuk eksperimen baru. Kebiasaan menggunakan eksperimen-eksperimen dengan cara yang baik dan konstruktif. Selalu memberikan konsultasi yang baru dari pengamatan yang dilakukannya.
5)    Sikap menghargai karya orang lain
Sikap menghargai karya orang lain ini terlihat pada kebiasaan menyebutkan sumber secara jelas sekiranya pernyataan atau pendapat yang disampaikan memang berasal dari pernyataan atau pendapat orang lain.
6)    Sikap tekun
Tidak bosan mengadakan penyelidikan, bersedia mengulangi eksperimen yang hasilnya meragukan, tidak akan berhenti melakukan kegiatan-kegiatan apabila belum selesai. Terhadap hal-hal yang ingin diketahuinya ia berusaha bekerja dengan teliti.
7)    Sikap terbuka
Sikap terbuka ini terlihat pada kebiasaan mau mendengarkan pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain, walaupun pada akhirnya pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain tersebut tidak diterima karena tidak sepaham atau tidak sesuai.

Tahapan Penulisan Ilmiah
 
1. Tahap Pemilihan Topik atau Pokok Bahasan
2. Tahap Pengumpulan Informasi dan Bahan
3. Tahap Evaluasi Informasi dan Bahan
4. Tahap Pengelolaan Pokok-pokok Pikiran
5. Tahap Penulisan
6. Tahap Penyuntingan

Hal penting dalam penulisan ilmiah:
1. Gaya penulisan dalam membuat pernyataan ilmiah harus jelas dan tepat dalam penyampaian pesan yang bersifat reproduktif dan impersonal.
2. Teknik notasi dalam menyebutkan sumber dari pengetahuan ilmiah yang dipergunakan dalam penulisan
3. Penulisan ilmiah harus menggunakan bahasa yang baik dan benar.
4. Karena bersifat reproduktif, penerima pesan harus mendapat kopi yang sama dengan si pemberi pesan.
5. Karena bersifat impersonal, tulisan ilmiah tidak boleh menggunakan pernyataan yang menggunakan kata ganti penulisnya.
6. Dalam tulisan ilmiah, sering digunakan kalimat pasif.
7. Pembahasan secara ilmiah mengharuskan kita berpaling kepada pengetahuan-pengetahuan ilmiah sebagai premis argumentasi (sumber kutipan).
8. Teknik notasi ilmiah dapat menggunakan catatan kaki, tapi lebih disarankan menggunakan teknik kutipan dan umber rujukan.

Keterampilan yang diperlukan dalam menulis ilmiah :
1. Keterampilan bahasa (ejaan, pilihan dan bentikan kata, kalimat, paragraf)
2. Keterampilan penyajian (sistematika penyajian judul, subjudul, sub-subjudul)
3. Keterampilan perwajahan (format, ukuran kertas, jenis kertas, tipe huruf, penjilidan, bibliografi, apendiks, lampiran).

Anjuran dalam membuat kerya ilmiah :
1. Lakukan penelitian/pengamatan untuk mencari bukti penunjang yang mendukung topik tulisan
2. Tunjukkan adanya kematangan berpikir
3. Bersikaplah sadar akan adanya perbedaan pendapat/ pandangan dari orang lain terhadap topik tulisannya
4. Gunakan nada positif dan menghindari keragu-raguan
5. Berasumsilah bahwa pembaca itu pandai

Hal yang harus di hindari dalam penulisan karya ilmiah :
1. Jangan membuat pembaca bosan
2. Jangan memberikan informasi yang tidak perlu
3. Jangan membuat bingung pembaca
4. Jangan menyerang pembaca yang tidak sependapat
5. Jangan mengecewakan pembaca
6. Jangan menggunakan nada yang bersifat apologi terhadap hal yang ditulisnya
7. Jangan menyampaikan masalah/kasus dengan pernyataan yang berlebihan
8. Jangan menggunakan bahasa yang ekstrim dan emosional


Source :  source 
              source2




 

Rabu, 02 Januari 2013

Contoh Kutipan, Abstrak dan Daftar pustaka

Contoh Kutipan :

1. Kutipan langsung

“Pustaka Java berisi ribuan (lebih dari 5000) kelas beraneka ragam keampuhan. Kekayaan ini merupakan kandungan tersembunyi bahwa penggunaannya dapat menghemat ratusan jam kerja. Keampuhan ini hanya dapat dimanfaatkan bila kita rajin mencoba. Sebelum membuat solusi sendiri, coba eksplorasi pustaka bahasa, mungkin telah diselesaikan” (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 37-38)
“Java memisahkan komponen untuk menampilkan keluaran dengan komponen untuk melakukan format keluaran. Keuntungan pemisahan antara lain format keluaran benar-benar sangat kaya melebihi yang dapat diperoleh di C++” (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 78)

2. Kutipan tak langsung

Penulisan dengan identasi merupakan konvensi penulisan yang bagus untuk diikuti. Identasi berarti memberi iden setiap menemui blok baru pada blok-blok yang berbeda. Identasi adalah gaya penulisan program bukan bagian bahasa secara teknis, sehingga digunakan untuk memperjelas pembacaan program oleh pemrogram, bukan oleh kompilator. Kompilator menghasilkan keluaran yang sama meski tanpa identasi. (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 174)
Polymorphism, yang berarti mempunyai banyak bentuk, merupakan konsep pokok di dalam perancangan berorientasi objek. Dua objek atau lebih dikatakan polymorphic jika mempunyai antarmuka-antarmuka yang identik namun mempunyai perilaku-perilaku berbeda. (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 357)

3. Kutipan dalam kutipan

‘Bahasa Java tidak lagi hanya untuk pemanis di web sebagai applet yang membikin Duke berdansa. Java adalah kakas, tetap hanya perangkat, bagaimanapun tetap hanya orang hebat yang dapat memberi arti penting kakas seperti dikatakan James Gosling, tokoh terpenting di Java : “All along, the language was a tool, not the end”’. (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 7-8)

   
ABSTRAK :
Sikap dan tingkahlaku 10 orang murid Tahun 2 Optimis semasa proses pengajaran danpembelajaran mata pelajaran Jawi menunjukkan mereka tidak begitu berminat denganpengajaran dan pembelajaran mata pelajaran Jawi. Punca masalah yang utama ialahkerana mereka tidak mengenal huruf Jawi yang mewakili huruf Rumi serta tidak mahir menyambung antara huruf-huruf tunggal Jawi. Maka fokus kajian ini adalah untuk menangani masalah tersebut dengan memperkenalkan satu kaedah baru bagi membantumurid tersebut mengenali huruf Jawi yang mewakili huruf Rumi serta satu kaedah barubagi meningkatkan kemahiran mereka menyambung antara huruf-huruf Jawi. Tinjauanawal menunjukkan 10 orang murid tersebut gagal dalam ujian mengenal huruf dan gagaljuga dalam ujian menyambung huruf. Soal selidik bagi mengukur minat mereka terhadapP&P mata pelajaran Jawi menunjukkan bahawa bagi semua item, skor min yang dicapaiadalah di bawah 3. Setelah Kad Dalil Avu Zar Zad digunakan, maka didapati 10 orangmurid tersebut dapat mengenali huruf Jawi yang mewakili huruf Rumi dan dapat jugamenyambung huruf-uruf Jawi dengan betul. Ujian pos yang dijalankan menunjukkan100% murid lulus dalam ujian mengenal huruf manakala dalam ujian menyambung huruf peratus lulus adalah 80%. Min minat yang dicapai selepas program juga telah meningkatkepada skor min 4. Dapat dirumuskan, kemahiran murid dalam menulis Jawi telah dapatditingkatkan setelah menggunakan Kad Dalil Avu Zar Zad. Penyelidikan untuk mencaripendekatan terbaik dalam amalan P&P bukan sahaja dapat mengatasi masalahpembelajaran murid malah menggilap kreativiti dan inovasi guru.
Contoh Daftar Pustaka :

Arikunto, S. (2005). Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
BNSP, (2007). Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar SD/MI Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Dasar Kelas V.
Depdikbud. (1999). Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Badan Penelitian Dosen LPTK dan Guru Sekolah Menengah. Jakarta: Dikti.
Depdiknas. (2003). Metode Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Depdiknas.
Depdiknas. (2004). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
Depdiknas. (2007). Pedoman Penilaian Hasil Belajar. Jakarta: Dirjen Manajemen Dikdasmen, Dirpom Tk dan SD, BNSP.
Haryanto, (2003). Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Hollands Roy, (1983). Kamus Matematika Departement of Mathematics Dundee Colloge of Education. Jakarta: Erlangga

Sumber :
1. source
2. source2 
3. source3 

Pengertian Kutipan, Abstrak dan Daftar Pustaka

KUTIPAN

Definisi kutipan :
Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.
Cara Menulis Kutipan Dengan Benar :
Penulisan dan pencantuman kutipan dengan pola Harvard ditandai dengan menuliskan nama belakang pengarang, tahun terbit, dan halaman buku yang dikutip di awal atau di akhir kutipan. Data lengkap sumber yang dikutip itu dicantumkan pada daftar pustaka. Ada dua cara dalam mengutip, yakni langsung dan tidak langsung. Kutipan langsung adalah mengutip sesuai dengan sumber aslinya, artinya kalimat-kalimat tidak ada yang diubah. Disebut kutipan tidak langsung jika mengutip dengan cara meringkas kalimat dari sumber aslinya, namun tidak menghilangkan gagasan asli dari sumber tersebut.
Ada tiga cara menempatkan sumber kutipan dalam tulisan, yaitu:
1. cara ringkas, yaitu cara menempatkan sumber kutipan dibelakang bahan yang dikutip. Sumber kutipan ini ditukiskan diantara tanda kurung dengan menyebutkan nama pengarang, tahun penerbitan, dan halaman yang dikutip.
2. cara langsung, yaitu cara menempatkan sumber kutipan langsung dibawah sumber kutipan langsung dibawah pernyataan yang dikutip. Antara pernyataan atau teks dalam tulisan dengan sumber kutipan dipusahkan dengan garis lurus sepanjang garis teks. Jarak garis pemisah dengan teks adalah satu spasi dan jarak garis pemisah dengan sumber kutipan adalah dua spasi, sedangkan garis baris dari kutipan itu sendiri adalah satu spasi
3. cara menempatkan sumber kutipan di kaki halaman, cara ini lazim dfisebut footnote (catatan kaki) dan cara ini lebih banyak dianut dalam penulisan skripsi. Antara bagian teks dengan footnote dipisahkan dengan garis lurus sepanjang dua inci dan jarak baris antara garis pemisah dengan teks adalah satu setengah spasi, sedangkan jarak baris antara garis pemisah atau footnote adalah dua spasi.indensi untuk footnote seperti indensi alines bsru dalam teks. Jarak baris dalam footnote adalah satu spasi, sedangkan jarak antara footnote satu dengan footnote lain dalam tiap halaman adalah dua spasi.

ABSTRAK

Abstrak adalah ringkasan isi laporan yang di tulis dengan sangat singkat dan padat. Abtrak berisi pokok masalah, tujuan, metode, dan dat kesimpulan dalam bentuk paragraf. Melalui abstrak, pembaca dapat memahami garis besar isi laporan, dan apabila berhendak memahami lebih jauh, dapat membaca bab-bab pada laporan.
Jenis Abstrak
(1)    Abstrak Indikatif yaitu abstak yang menguraikan secara singkat masalah yang terkadung dalam dokumen lengkap. Abstrak ini tidak memadatkan isi dokumen asli, bertujuan agar lebih cepat diketahui isinya dan hanya dan hanya memberikan indikasi sasaran cakupan tulisan sehingga pembaca dapat mempertimbangkan apakah tulisan asli perlu dibaca atau tidak. Pembaca abstrak cenderung memetingkan informasi yang diperlukan sebagai pertimbangan untuk suatu tindakan  tertentu.
(2)    Abstrak Informatif yaitu miniature laporan atau dokumen asli dengan menampilkan selengkap mungkin data laporan sehingga pembaca abstrak tidak perlu lagi membaca aslinya, kecuali untuk mendalaminya. Abstrak informasi menyajikan keseluruhan naskah asli dalam bentuk mini : judul, penulis asli, lembaga, tujuan, metode pembahasan atau analisis, hasil analisis, kesimpulan dan kode inisial penulis abstrak.

Daftar Pustaka

1. Pengertian
Daftar pustaka adalah sebuah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel- artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan atau sehagian dan karangan yang tengah digarap. Bagi orang awam, bibliografi mungkin tidak penting artinya, tetapi bagi seorang sarjana seorang calon sarjana. atau scorang cendekiawan, daftar kepustakaan itu merupakan suatu hat yang sangat penting.

2. Fungsi
Untuk mendeskripsi yang penting tentang buku, majalah, harian itu secara keseluruhan, karena itu fungsi catatan kaki dan daftar pustaka seluruhnya tumpang-tindih satu sama lain.
Selain itu berfungsi sebagai pelengkap dan sebuah catatan kaki. Pada daftar pustaka dapat mengetahui keterangan-keterangan yang lengkap mengenai buku atau majalah itu.
3. Unsur-unsur
- Nama pengarang, yang dikutip secara lengkap.
- Judul buku, termasuk judul tambahan.
- Data publikasi: penerbit, tempat terbit, tahun terbit, cetakan ke-berapa, nomor jilid, dan tebal (jumlah halaman) buku tersebut.
- Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan, nama majalah, jilid. nomor dan tahun.

4. Bentuk
Daftar isi disusun menurut urutan alfabetis dan nama pengarangnya. Untuk maksud tersebut nama-nama pengarang harus dibalikkan susunannya: nama keluarga, nama kecil, lalu gelar-gelar kalau ada. Jarak antara baris dengan baris adalab spasi rapat.
Jarak antara pokok dengan pokok adalah spasi ganda. Tiap pokok disusun sejajar secara vertikal. dimulai dan pinggir margin kiri, sedangkan baris kedua, ketiga, dan seterusnya dan tiap pokok dimasukkan ke dalam tiga ketikan (bagi karya yang mempergunakan lima ketikan ke dalam untuk alinea baru) atau empat ketikan (bagi karya yang mempergunakan 7 ketikan ke dalam untuk alinea baru).

Contoh Daftar Pustaka:

Arikunto, S. (2005). Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
BNSP, (2007). Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar SD/MI Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Dasar Kelas V.
Depdikbud. (1999). Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Badan Penelitian Dosen LPTK dan Guru Sekolah Menengah. Jakarta: Dikti.
Depdiknas. (2003). Metode Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Depdiknas.
Depdiknas. (2004). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
Depdiknas. (2007). Pedoman Penilaian Hasil Belajar. Jakarta: Dirjen Manajemen Dikdasmen, Dirpom Tk dan SD, BNSP.
Haryanto, (2003). Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Hollands Roy, (1983). Kamus Matematika Departement of Mathematics Dundee Colloge of Education. Jakarta: Erlangga


Minggu, 28 Oktober 2012

Cara Penulisan Blog yang Menarik

1. Menulis dengan sepenuh hati.
bila anda menulis dengan sepenuh hati tanpa ada perasaan terpaksa saya yakin semuanya akan berjalan lancar. Anda tidak akan mengalami kesulitan dalam mencari kata-kata. Mengalir saja, tulis semua yang ingin anda tulis. Blog yang baik itu biasanya punya content asli dan ditulis sepenuh hati. Jadi, anda dapat menulis apa saja yang anda sukai supaya jiwa anda terasa masuk dalam tulisan. Selain itu, tulisan anda juga tidak terkesan dipaksakan.

2. Menulis yang bermanfaat.
Blog yang berhasil mengerti apa yang disukai para pembacanya. Setiap orang yang mengakses blog seperti ini tidak akan pergi dengan tangan hampa. Mereka punya hal-hal baru yang bermanfaat dan setiap pembaca dapat menerapkan manfaat ini untuk kepentingan mereka. Jadi, kita harus menulis sesuatu yang berguna untuk orang banyak. Berikanlah informasi yang anda punyai untuk semua pengunjung. Supaya, pengunjung tidak merasa sia-sia telah berkunjung ke blog anda.

3. Cari solusi untuk persoalan orang lain. 
Pertama kali sebelum mencoba memecahkan masalah orang lain, anda harus tahu betul siapa saja pembaca blog anda. Jadi anda dapat menganalisis kesulitan apa saja yang biasanya mereka hadapi. Nah, seterusnya anda bisa membantu mereka menemukan solusi yang pas untuk masalah itu. Tapi bila anda belum punya pembaca (biasanya dialami blogger baru) anda dapat membaca blog lain yang punya target pembaca yang sama dengan anda dulu. Anggap saja ini blog reference anda. bila anda benar-benar blank tidak punya ide untuk menawarkan solusi pada pembaca. Coba saja pelajari persoalan-persoalan yang biasa diutarakan pengunjung blog reference anda. Biasanya di bagian komentar pengunjung suka mencurahkan masalah-masalah mereka. Lalu anda tulis pemecahan masalah mereka itu menurut versi anda sendiri.

4. Jangan hanya menulis tentang diri sendiri. 
bila anda terlalu banyak menulis tentang diri anda, nanti malah banyak pembaca yang tidak suka. Mereka akan menyangka anda membuat blog hanya karena ingin pamer. Gawat bukan kalau sudah demikian? Apa anda pernah menemui blog yang isinya seperti buku harian? Saya kira banyak juga ya jumlahnya. Dan kayaknya model blog curhat seperti ini tidak banyak disukai pengunjung. Kecuali bila isi tulisan mereka mengandung banyak informasi yang berguna untuk pengunjung. Bukan hanya menulis kegiatan harian seperti menulis di buku diary saja. Nah, jadi apa yang harus anda ingat supaya blog anda tidak seperti buku harian? Anda seharusnya mengingatkan diri anda kalau anda menulis di blog bukan hanya ditujukan buat diri anda sendiri. Namun anda juga menulis untuk banyak pengunjung di seluruh penjuru dunia. Berbagi apa yang anda alami tapi juga bagikan apa yang dipelajari banyak orang. Jangan hanya melulu membicarakan diri anda sendiri.

5. Sentuhlah pembaca anda. 
Coba buat interaksi dengan semua pembaca anda. Caranya bagaimana? Tidak hanya membalas komentar yang pembaca berikan. Tapi, anda dapat membuat sejenis kontes yang menarik minat pengunjung anda. Umpama bagi pemberi komentar diberi hadiah ebook.

6. Buatlah headline yang menarik. 
Headline atau judul tulisan jadi salah satu faktor penentu banyak atau tidaknya pengunjung yang tertarik dengan blog anda. Kenapa? Ya karena siapapun yang ingin join di blog pasti membaca judul tulisan anda dulu. Betapapun menariknya content anda bila judulnya tidak menarik hati pengunjng, ya sia-sia saja. Jadi, untuk membuat judul tulisan yang memikat, anda dapat belajar dari blog lain. Perhatikan saja judul-judul yang ada di blog-blog terkenal. Pelajari apa yang membikin judul itu dapat memikat anda. Lalu silakan meniru model judul yang membuat anda tertarik ini. Apa mereka banyak memakai kalimat tanya, memakai judul how to, memakai kalimat imperatif atau bahkan judulnya singkat seperti headline koran? Anda boleh meniru model yang anda minati.

7. Fokus terhadap hal yang penting saja . 
Jangan merepotkan diri anda dengan hal-hal yang tidak mendatangkan manfaat banyak untuk traffic blog anda. Umpamanya, anda terlalu asyik mencari gambar yang sempurna untuk blog anda. Atau terlalu lama mendesain layout dan mengutak-atik format halamannya. Tentukan hal apa sih yang paling penting untuk blog anda? Dan fokus pada hal yang penting ini saja. Jangan membuang waktu anda dengan aktivitas yang membuat anda terlena. Kalau buat saya sendiri menulis content dan berinteraksi dengan pembaca itu dua hal yang lebih penting dari apapun. Hingga saya mengurangi saja aktivitas yang tidak berkaitan dengan dua hal ini. Jadi saya dapat menggunakan waktu saya yang lain untuk hal yang lebih produktif tentunya.

Fungsi Tanda Baca

Tanda baca

adalah tanda-tanda yang dipakai didalam sistem ejaan. Tanda baca adalah salah satu dari sekian jenis Ortografi. Tanda baca banyak sekali jenis dan tipenya yang masing-masing mempunyai fungsi yang tidak sama. Fungsi tanda baca secara umum adalah untuk menjaga keefektifan komunikasi. Setiap tanda baca mempunyai aturan penggunaan dan fungsinya sendiri yang tidak dapat diganggu gugat. Penggunaan yang salah akan menyebabkan kericuhan dan mengganggu kelancaran komunikasi.


Macam-macam tanda baca dan fungsinya

1. Tanda titik (.)
Fungsi dan pemakaian tanda titik:
  • Untuk mengakhiri sebuah kalimat yang bukan pertanyaa atau seruan,
  • Pada akhir singkatan nama orang,
  • Diletakan pada akhir sinkatan gelar, jabatan, pangkat dan sapaan,
  • Pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum,
  • Dibelakang angka tau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar atau daftar, dll.
2. Tanda Koma (,)
Fungsi dan pemakaian tanda koma antara lain:
  • Memisahkan unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilang,
  • Memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimat,
  • Memisahkan petikan langsung dari bagian lain dakam kalimat, dll.
3. Tanda Seru (!)
  • Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan berupa seruan atau perintah atau yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaa, atau rasa emosi yang kuat.
4. Tanda Titik Koma (;)
Fungsi dan pemakaian titik koma adalah:
  • Memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis atau setara
  • Memisahkan kalimat yang setara didalam satu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung.
5. Tanda Titik Dua (:)
Tanda Titik Dua digunakan dalam hal-hal sebagai berikut
  • Pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian.
  • Pada kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian
  • Dalam teks drama sesudah kata yang menunjukan pelaku dalam percakapan
  • Di antara jilid atau nomor buku/ majalah dan halaman. antara bab dan ayat dalam kitab suci, atau antara judul dan anak judul suatu karangan.
6. Tanda Hubung (-)
Tanda hubung dipakai dalam hal-hal seperti berikut:
  • Menyambung suku-suku kata yang terpisah oleh pergantian baris,
  • Menyambung unsur-unsur kata ulang
  • Merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing----
7. Tanda Elipsis (...)
Tanda elipsis dipergunakan untuk menyatakan hal-hal seperti berikut
  • Mengambarkan kalimat yang terputus-putus
  • Menunjukan bahwa satu petikan ada bagian yang dihilangkan
8. Tanda Tanya (?)
  • Tanda tanya selalunya dipakai pada setiap akhir kalimat tanya.
  • Tanda tanya yang dipakai dan diletakan didalam tanda kurung menyatakan bahwa kalimat yang dimaksud disangsikan atau kurang dapat dibuktikan kebenarannya.
9. Tanda Kurung ( )
Tanda kurung dipakai dalam ha-hal berikut
  • Mengapit tambahan keterangan atau penjelasan
  • Mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian pokok pembicaraan
  • Mengapit angka atau huruf yang memerinci satu seri keterangan
10. Tanda Kurung Siku ( {..} )
Tanda kurung siku digunakan untuk:
  • Mengapit huruf, kata atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada akhir kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain
  • Mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung
11. Tanda Petik ("...")
Fungsi tanda petik adalah:
  • Mengapit petikan lagsung yang berasal dari pembicaraan, naskah atau bahan tertulis lain
  • Mengapit judul syair, karangan, bab buku apabila dipakai dalam kalimat
  • Mengapit istilah kalimat yang kurang dikenal
12. Tanda Petik Tunggal ('..')
Tanda Petik tunggal mempunyai fungsiL
  • Mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain
  • Mengapit terjemahan atau penjelasan kata atau ungkapan asing
13. Tanda Garis Miring (/)
  • Tanda garis miring dipakai dalam penomoran kode surat
  • Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata dan, atau, per atau nomor alamat
14. Tanda Penyingkat (Apostrof) (')
  • Tanda Apostrof menunjukan penghilangan bagian kata.